Selasa, 24 Mei 2011

PHP: PHP Hypertext Preprocessor

PHP adalah sebuah bahasa script yang sangat bagus dan merupakan pasangan yang pas untuk bahasa HTML. Dengan kemampuan PHP untuk membuat website yang dinamis serta keindahan desain menggunakan HTML, maka nyaris tidak ada yang tidak dapat dilakukan gabungan kedua bahasa ini di dunia web. PHP ini merupakan bahasa yang sangat mudah karena tidak perlu repot-repot deklarasi variabel di awal, kalau butuh variabel tinggal pakai.
Kelebihan lain PHP adalah lisensinya yang open source, artinya selain boleh pakai secara gratis dapat memiliki keuntungan tambahan yaitu tersedia banyak sekali materi pendukung yang tersebar di Internet. Setelah kita memahami dasar-dasarnya, akan sangat mudah bagi kita untuk mengembangkan kemampuan kita karena ada begitu banyak materi tentang PHP yang bisa kita pelajari lebih lanjut.

PHP merupakan bahasa script yang disebut interpreter. Hal ini berarti kode tidak pelu di-compile sebelum digunakan dan hanya diproses saat diperlukan. Cara menggunakan PHP juga sangat mudah,yaitu denagn menyisipkan kode PHP ke dalam tag-tag HTML yang sudah ada.
Cara bekerjanya secara singkat adalah seperti ini. Ketika ada yang mengakses web anda di halaman yang berisi kode PHP (tentunya dengan file berekstensi .php), server  akan mengeksekusinya dan kemudian mengirimkan hasil eksekusinya ke web server untuk selanjutnya ditampilkan menggunakan kode HTML.
Itulah sebabnya perlu menginstal server anda sendiri untuk mengetes kode PHP secara lokal. Dalam hal ini, server merupakan otaknya dan fungsi browser hanyalah untuk menampilkan hasil output serverPHP ke PC klien, yaitu PC anda.
Kode-kode PHP akan disisipkan diantara kode-kode HTML. Misalnya, akan menampilkan kata-kata “Anda berada di situs Prothelon!” akan berada di sela-sela kode dalam file HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html. Contohnya,





Dari contoh di atas, HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML persis seperti HTML tanpa kode PHP, tetapi semua kode yang berada diantara tag akan diangggap kode PHP dan diproses oleh server PHP.


Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser.Jjika file disimpan dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti ini:


Sedangkan jika disimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya:
Anda berada di situs Prothelon!


Contoh lain,
File contoh1.php: 
Hasilnya:


VARIABLE

Dalam PHP setiap nama variable diawali tanda dollar ($). Misalnya nama variable a dalam PHP ditulis dengan $a.   Jenis suatu variable ditentukan pada saat jalannya program dan tergantung pada konteks yang digunakan.

File contoh2.php: 

Hasilnya :


STRUKTUR KONTROL

IF
Konstruksi IF digunakan untuk melakukan eksekusi suatu statement secara bersyarat.
Cara penulisannya adalah sebagai berikut:
if (syarat)
 {
 statement
 }

atau:
 if (syarat)
 {
 statement
 }
 else
 {
 statement lain
 }

atau:
 if (syarat pertama)
 {
 statement pertama
 }
 elseif (syarat kedua)
 {
 statement kedua
 } 


File contoh5.php: 

Hasilnya :

FOR
Cara penulisan statement FOR adalah sebagai berikut:

for (ekspresi1; ekspresi2 ; ekspresi3)
 statement

 keterangan:
ekspresi1 menunjukkan nilai awal untuk suatu variable
ekspresi2 menunjukkan syarat yang harus terpenuhi untuk menjalankan statemant
ekspresi3 menunjukkan pertambahan nilai untuk suatu variable

Contoh:
Hasilnya:


Selamat Mencoba !! 



sumber: 
  • www.prothelon.com
  • puskom.amikmbp.ac.id/~dahlan/TA_BIBIT...file/anon-phpmysql.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar